Senin, 02 Mei 2016

Tugas "Bussines Start Up" Pasar Dan Pemasaran

I
P E N D A H U L U A N
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Atau dapat juga diartikan tempat bertemunya calon penjual dan pembeli. Sedangkan definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.

Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual.

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.

Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah : Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Dalam pertemuan ke empat ini, kelopok kami di beri tugas oleh Bpk. Fransiskus Amonio Halawa, S.Kom, MM dalam mata kuliah Bussines Start-Up  untuk menjelaskan sebuah tema yang sangat memegang peran penting dalam pembuatan uasaha, yakni Pasar Dan Pemasaran. Sekiranya apa yang kami susun dapat berguna untuk para pembaca, dan untuk dijadikan sebagai salah satu factor pembentuk Nilai Harian yang berbobot 20 % dari total Nilai Akhir Semester Kami. Kurang Lebihnya kami mohon maaf, semoga bermanfaat.



Salam Damai,
Jakarta, 15 September 2015


Tim Penyusun
Kelompok 3


II
“Pasar”

A.    Pengertian
Berbagai barang dagangan segar, lontaran tawar menawar dan kemeriahan aktifitas para pedagang itulah beberapa situasi pasar secara umum yang kita jumpai sehari - hari. Lalu apa sebenarnya pengertian pasar? Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk menjual dan membeli barang atau jasa. Lalu arti pasar adalah suatu tempat pada waktu tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu guna melakukan transaksi jual beli barang. 

Sedangkan definisi pasar ialah sebagai serangkaian sistem (tidak hanya sebatas tempat) yang bisa mengatur kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Sistem tersebut sebagai aturan atas berbagai segmen, yakni semua pihak terkait seperti pembeli dan penjual, barang dagangan, serta peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati. Terlibat juga peraturan pemerintah yang saling berhubungan, berinteraksi dan berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya.

Pasar itu sendiri bisa golongkan menjadi dua, yaitu pasar komoditas dan pasar faktor produksi. Pasar komoditas merupakan bentuk interaksi dalam menentukan jumlah dan harga komoditas yang dilakukan antara para pembeli dan para penjual. Sedangkan pasar faktor produksi adalah keseluruhan penawaran dan permintaan faktor-faktor produksi yang terjadi antara pengusaha dan para pemiliki factor produksi dalam suatu daerah atau wilayah.

B.     Fungsi Pasar
1.      Menetapkan Nilai : Pasar akan menetapkan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar. Harga ini merupakan kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual.

2.      Mengorganisasi Produksi Pasar akan berperan sebagai organisator untuk mendapatkan metoda produksi yang paling efesien.

3.      Mendistribusikan Produk : Pasar dapat berperan sebagai distributor produksi kepada seluruh sumber daya. Pasar akan mendistribusikan pembayaran kepada pelaku pasar, dalam hal ini sumberdaya atau tenaga kerja sesuai dengan produktifitasnya. Tenaga kerja atau sumber daya yang paling produktif akan menerima pembayaran yang paling banyak.

4.      Menyelenggarakan Penjatahan : Penjatahan yang dilakukan oleh pasar akan membatasi konsumsi dari produksi yang tersedia. Setiap pembeli  yang ada di pasar akan mendapat jatah sesuai dengan daya belinya. Pembeli yang daya belinya kuat atau pendapatan tinggi akan menerima jatah barang lebih banyak daripada pembeli dengan pendapatan rendah.

5.      Menyediakan Barang Dan Jasa Untuk Masa Yang Akan Datang : Pasar berperan sebagai fasilitator untuk mengelola tabungan atau saving dan investasi. Investasi berguna untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang. Investasi dan tabungan akan berinteraksi di pasar. Pasar yang memfasilitasi tabungan dan investasi adalah pasar modal.  Investor akan mencari pihak yang memiliki tabungan untuk keperluan investasinya, dan penabung akan mencari pihak yang memerlukan modal. Kedua belah pihak ini dapat bertemu di pasar modal.






C.    Bentuk Pasar

1.      Pasar Persaingan Sempurna : Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki mobilitas sempurna dari sumber daya dan didukung dengan pengetahuan yang sempurna, baik pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak secara bebas.

2.      Pasar Monopoli Dan Monopsoni :
a.       Monopoli : asar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu perusahaan saja atau bisa disebut suatu pasar yang penjualnya hanya ada satu dan pembelinya banyak dan menghasilkan barang yang tidak mempunyai pengganti
b.      Monopsoni : adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas

3.      Pasar Monopolistik : satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya

4.      Pasar Oligopoli Dan Oligopsoni
a.       Oligopoli : penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Dalam pasar ini setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak tanduk pesaing mereka.
b.      Oligopsoni : pasar dimana terdapat beberapa pembeli, masing-masing pembeli memiliki peranan cukup besar untuk mempengaruhi harga. Atau dikatakan pasar yang dikuasai oleh beberapa pembeli.

D.    Permintaan Dan Penawaran

1.      Hukum Permintaan : apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta. Hal ini dikarenakan:
naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan. naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

2.      Hukum Penawaran : bila harga tingkat mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

3.      Equilibrium Price (Keseimbangan) : harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.
Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.

4.      Forcasting (Peramalan) : aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis.


III
“PEMASARAN”

A.    Pengertian
proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasimengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merekAqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.

Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

B.     S.T.P (Segmentation, Targeting, Positioning) Dan Analisis Persaingan Porter
1.      Segmentation : kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.

2.      Targeting :  proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani. Targeting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Targeting atau menetapkan target pasar merupakan tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran

3.      Positioning :  tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.

4.      Analisis Persaingan Porter : analisis Porter terdiri dari Identifikasi Pesaing, Menentukan Sasaran Pesaing, Menganalisis Strategi, Memilih Kekuatan Dan Kelemahan Pesaing, Mengidentifikasi Reaksi Pesaing, Dan terakhir Memilih Pesaing


C.    Strategi Generic Michael Porter
1.      Cost Leadership : Strategi ini, perusahaan berusaha untuk mencapai kemampuan biaya produksi dan distribusi yang paling rendah, sehingga dapat memberikan harga produk yang lebih rendah dari pesaing dan memenangkan persaingan dalam pangsa pasar yang besar.

2.      Diffrensiasi : Strategi ini, perusahaan lebih memusatkan pada usahanya dalam menciptakan ciri produk yang khas serta dalam program pemasaran , sehingga datat memenangkan persaingan dengan membuat citra yang khas pada konsumen.

3.      Focus : Strategi ini, perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen pasar dan tidak melayani pasar secara luas. Usaha ini dilakukan dengan mengenali secara detail pasar yang dituju dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil tersebut.

D.    Strategi Kompetitif Porter
1.      Pemimpin Pasar : perusahaan yang dominan selalu ingin tetap menjadi nomor satu. Sikap ini mendorongnya untuk mengambil beberapa tindakan, yaitu menemukan cara untuk mengembangkan jumlah permintaan keseluruhan, perusahaan harus menjaga tingkat pangsa pasar yang dikuasai dengan cara bertahan maupun menyerang. Mengembangkan pasar keseluruhan. Bila pasar berkembang biasanya perusahaan dominan yang memperoleh manfaat banyak. Pada dasarnya perusahaan yang memimpin akan mencari pemakai baru, kegunaan baru, dan penggunaan lebih banyak atas produknya.

2.      Penantang Pasar : penantang pasar (market challenger) adalah sebuah perusahaan yang memiliki pangsa pasarsignifikan dan bersaing keras dengan pemimpin pasar untuk memimpin pasar.

3.      Pengikut Pasar : pengikut pasar (market follower) adalah perusahaan yang puas untuk mempertahankanpangsa pasar yang ada di belakang pemimpin pasar yang kuat.

4.      Cerug Pasar : segmen pasar yang spesifik, dengan kata lain kita memasarkan barang/jasa untuk di jual kepada sebuah golongan konsumen yang sudah kita tetapkan/menentukan target market dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan.


E.     Marketing Mix
1.      Product (The Services) : Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan. Pengertian yang ditawarkan menunjukkan sejumlah manfaat yang didapat oleh konsumen, baik barang atau jasa maupun kombinasinya.

2.      Price : Penetapan harga merupakan suatu hal penting . Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.

3.      Place : Tempat atau lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan reducing biaya marketing, sebaliknya lokasi yang kurang strategis akan membutuhkan biaya marketing lebih mahal untuk menarik konsumen agar berkunjung. Dekorasi dan desain sering menjadi daya tarik tersendiri bagi para target konsumen. Kondisi bangunan juga menjadi persyaratan yang memberikan kenyamanan.

4.      Promotion : Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjual/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh penjual/produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi pembelian.

5.      People : People merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi people yang merupakan karyawan dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge (pengetahuan) yang baik, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan yang baik di luar. Faktor penting lainnnya dalam people adalah attitude dan motivation dari karyawan dalam industri jasa. Moment of truth akan terjadi pada saat terjadi kontak antara karyawan dan konsumen. Attitude sangat penting, dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah, dan tutur kata. Sedangkan motivasi karyawan diperlukan untuk mewujudkan penyampaian pesan dan jasa yang ditawarkan pada level yang diekspetasikan.

6.      Process : mutu layanan jasa sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

7.      Physical Evidence : Duilding merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah bagi konsumen dalai perusahaan jasa yang memiliki karakter . Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lightning system, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood pengunjung. Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan kelas market khusus.

5.      P.L.C (Produck Life Cycle)
Siklus hidup produk adalahsuatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatuproduk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

6.      Mempertahankan Posisi
Ada tujuh cara untuk mempertahankan posisi, yakni
v  Menurunkan harga dengan cara perluasan pangsa pasar
v  Menaikkan beban biayayang ditanggung pesaing secara tidak langsung.
v  Mempengaruhi asosiasi buruh untuk melakukan tuntutan kenaikan upah
v   Pengembangan Produk
v   Promosi besar-besaran
v   Melibatkan diri dalam prosespembiayaan
v   Memberikan syarat jual beli yang lebihmemudahkan



7.      Diagram S.W.O.T (Streght, Weeknes, Oportunity, Threats)
ANALISIS SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan sekitar untuk merumuskan strategi yang tepat bagi organisasi.

1.      Strengths (Kekuatan) : adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi yang sifatnya internal organisasi agar supaya kegiatan-kegiatan organisasi berjalan maksimal. Misalnya : kekuatan keuangan, motivasi anggota yang kuat, nama baik organisasi terkenal, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih, anggota yang pekerja keras, memiliki jaringan organisasi yang luas, dan lainnya.

2.      Weaknesses (Kelemahan) : adalah terdapatnya kekurangan pada kondisi internal organisasi, akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi belum maksimal terlaksana. Misalnya ; kekurangan dana, memiliki orang-orang baru yang belum terampil, belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai organisasi, anggota kurang kreatif dan malas, tidak adanya teknologi dan sebagainya.

3.      Opportunities (Peluang) : adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif,yang dapat dan mampu mengarahkan kegiatan organisasi kearahnya. Misalnya ; Kebutuhan lingkungan sesuai dengan tujuan organisasi, masyarakat lagi membutuhkan perubahan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi yang bagus, belum adanya organisasi lain yang melihat peluang tersebut, banyak pemberi dana yang berkaitan dengan isu yang dibawa oleh organisasi dan lainnya.

4.      Threats (Ancaman) : adalah faktor-faktor lingkungan luar yang mampu menghambat pergerakan organisasi. Misalnya : masyarakat sedang dalam kondisi apatis dan pesimis terhadap organisasi tersebut, kegiatan organisasi seperti itu lagi banyak dilakukan oleh organisasi lainnya sehingga ada banyak competitor atau pesaing, isu yang dibawa oleh organisasi sudah basi dan lainnya

Memiliki 4 Kuadran dalam diagram strategynya yakni :

1.      Kuadran I : Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi tersebut memiliki kekuatan dan peluang, sehingga dapat mengarahkan seluruh potensi internal organisasi untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. (Growth oriented strategy)

2.      Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. Diversifikasi yakni membuat strategi yang berbeda (lain dari yang biasanya) dengan memanfaatkan kekuatan internal, sehingga dimasa yang akan datang memungkinkan terciptanya peluang. 

3.      Kuadaran III : Organisasi medapatkan peluang (eksternal) yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/ kelemahan internal. Fokus organisasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal organisasi sehingga dapat merebut peluang dari luar tersebut dengan baik.


4.      Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, organisasi tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Strategi yang digunakan yakni mempertahankan diri untuk membangun kekuatan internal dan meminimalisir kelemahan.



IV
“KESIMPULAN DAN SARAN”
Setelah menyelesaikan seluruh isi pembahasan tentang pengertian pasar dan pemasaran, kami menyimpulkan pasar adalah tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli untuk transaksi jual beli bararang dan jasa.sedangkan pemasaran adalah suatu proses kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu melalui proses pertukaran.

Orentasi pemasaran dimana Aktivitas pemasaran telah berkembanng maju sejalan dan mengikuti dengan tahap perkembangan ekonomi. Konsep pemasaran yang dianggap maju/baru akan beronterasi ke pasar/konsumen. Sedangkan konsep pemasaran yang lama berorientasikan ke arah product.

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

1.      Daur hidup produkStrategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

2.      Posisi persaingan perusahaan di pasar, Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

3.      Situasi ekonomiStrategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.



God Bless You …

Tugas "Bussines Start Up" Hary Tanoesudibjo, CEO MNC Grup, Orang Terkaya Urutan Ke 15 Di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015

B A B
I
L A T A R  B E L A K A N G

A.    Alasana Kami Memilih Harry Tanoesudibjo

Dalam masa globalisasi ini, bisnis dalam bidang industri kreatif menjamur dimana mana, hingga para pengamat mengatakan bahwa masa ini, adalah masa dimana Industri bergerak dengan kreatifitas untuk bersaing. Salah satu industry kreatif yang sedang berkembang pesat adalah industri media, diantaranya media elektronik atau televisi. Dalam jangka waktu dua tahun belakangan saja sudah ada beberapa stasiun tv muda yang ikut meramaikan kiprah industry kreatif di Indonesia.

Rajawali TV, Dan Net TV adalah dua dari beberapa TV muda yang muncul dan berkembangkan dua tahun belakangan. Hal ini menyebabkan persaingan makin memanas antara satu sama lain, namunj disinilah adu kreatifitas akan terlihat. Namun ditengah persaingan yang makin panas, ada beberapa stasiun TV senior yang tetap eksis sampai sekarang, diantaranya RCTI.

RCTI  dapat menjadi salah satu raksasa media tak lepas dari grup induknya yakni MNC Grup pimpinan Harry Tanoesudibjo. Beliau sudah bukan orang baru dalam industry ini, karenanya beliau juga sering dijuluki “Raja Media” oleh masyarakat. Kiprahnya memang sudah tidak diragukan lagi di bidang industry ktreatif. Bagaimana beliau dapat menjaga eksistensi stasiun stasiun TV milikinya ditengah gempuran media baru yang bermunculan.

Oleh karena alas an tersebutlah kelompok kami, kelompok 4 memilih beliau sebagai tokoh yang akan kami bahas, selain karena prestasi beliau yang mengagumkan juga menginspirasi, tapi juga karena beliau ditetapkan oleh majalah Forbes sebagai salah satu dari 100 orang terkaya di Indonesia. Beliau menduduki posisi ke 15 dengan total harta sebesar US$ 1,42 miliar atau setara dengan Rp 18,46 triliun. Pada tahun lalu beliau menempati posisi ke 24.



B.  Awal Mula Pendirian Usaha
PT Media Nusantara Citra Tbk , atau lebih dikenal dengan nama MNC saja merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media yang berpusat di Jakarta, Indonesia, didirikan pada tahun 1997. Satu dekade kemudian, 22 Juni 2007 perusahaan ini resmi melantai di bursa saham dengan kode emiten atau ticker MNCN.

Saat ini, mayoritas saham digenggam oleh Global Mediacom dengan porsi saham sekitar 65,12% dan masyarakat sekitar 34,9% Saham MNC terhitung liquid dan memiliki tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun  Di luar hal tersebut MNC Group juga memiliki indeks harga saham bernama Indeks MNC36. Indeks tersebut terdiri dari 36 emiten terpilih yang tercatat di BEI. Berdasarkan Price Earning Ratio (PER), Operating Profit Margin (OPM), Debt Equity Ratio (DER), Price Book To Value (PBV) tertinggi dalam IHSG. Metode penghitungan Indeks MNC36 menggunakan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar.

Peluncuran Indeks MNC36 bertujuan menjadi salah satu indikator bagi investor untuk berinvestasi saham di BEI sehingga investor dapat berinvestasi pada saham-saham emiten yang memiliki kinerja fundamental yang baik, kapitalisasi pasar yang besar, serta rasio keuangan yang positif 

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan,yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, MNC bergerak dibidang perdagangan umum, pembangunan, perindustrian, pertanian, pengangkutan, percetakan, multimedia melalui perangkat satelit dan perangkat telekomunikasi lainnya, jasa dan investasi.
Bisnis utama perseroan saat ini adalah media. Sumber pendapatan terbesar MNCN berasal dari tiga media televisi nasional yaitu RCTI, Global TV, dan MNCTV. Ketiga stasiun televisi nasional tersebut menawarkan acara beragam seperti film-film box office, acara olahraga, pencarian bakat, reality show, acara musik, berita, infotainment.

Dari sekian banyak media yang dimiliki MNC Grup, kelompok kami akan membahas tentang RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)


B A B
II
I S I

A.    Sejarah Pendirian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
RCTI merupakan televisi swasta pertama di Indonesia. Tujuannya adalah sebagai alternatif atas tontonan menarik yang sebelum 1989 dikuasai oleh TVRI yang saat itu menjadi corong pemerintah untuk mempropagandakan Orde Baru yang berkuasa saat itu. RCTI awal siaran lewat ijin saluran membasis di Jakarta & sekitarnya dengan dekoder kemudian mengudara pada tanggal 1 Januari 1987 di Jakarta kemudian siaran percobaan mulai pada tanggal 1 Januari 1988 dan diresmikan tanggal 24 Agustus 1989 bertepatan dengan ulang tahun TVRI ke-27 membasis di Jakarta.

Saat awal siaran, RCTI hanya menayangkan acara-acara luar negeri karena modalnya lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi sendiri yang biayanya jauh lebih mahal. Karena setiap hari pelanggan dekoder RCTI semakin bertambah di wilayah Jabodetabek, maka pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI untuk bersiaran secara bebas mulai 24 Agustus 1990. Saat itu pula di Surabaya persembahan PT. Bimantara Citra, Tbk. juga mendirikan stasiun televisi yang bertujuan menayangkan acara-acara RCTI di Surabaya, yaitu SCTV.
Saat itu pula, RCTI dan SCTV dikenal sebagai "Saudara Kembar" karena RCTI dan SCTV selalu bersama menayangkan acara-acara yang ditayangkan RCTI meskipun waktu tayang antara RCTI dan SCTV selalu berbeda. Setelah sekian lama bersiaran lokal di kota Jabodetabek, akhirnya tanggal 24 Agustus 1990 RCTI bersiaran secara nasional, namun hal itu baru direalisasikan tahun 1990 saat meluncurkan RCTI Bandung yang bertugas merelay acara-acara RCTI di Jakarta sejak tanggal 1 September 1990.

RCTI termasuk stasiun televisi besar di Indonesia, tapi susunan acaranya berbeda. Setelah sukses dengan RCTI dari Bandung, akhirnya awal tahun 1990 RCTI bersiaran secara nasional, diantaranya Banda Aceh, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Padang, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Batam, Manado, Balikpapan, Lombok, Flores, Ambon, Jayapura dan hingga akhirnya tahun 1993 RCTI sudah bisa disaksikan di seluruh Indonesia.

Pada tahun 1997, terjadi kekisruhan antar pemilik saham RCTI dan SCTV. Itu semua karena pemilik saham SCTV merasakan ketidakadilan yang dilakukan oleh [PT. Bimantara Citra, Tbk. yang lebih me-nomor satu-kan RCTI ketimbang SCTV. Karena itulah, RCTI dan SCTV memutuskan untuk berpisah dan menjalankan kehidupannya sendiri-sendiri.

Tahun 1999, RCTI merupakan televisi swasta pertama yang melakukan reformasi besar-besaran dalam susunan manajemen. Hampir semua susunan direksi dan komisaris dirombak total untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang sempat merugi karena krisis moneter tahun 1997 lalu. Setelah 4 tahun menyendiri, akhirnya RCTI memiliki 2 stasiun televisi yang menjadi teman RCTI, yaitu Metro TV dan Global TV.

PT. Bimantara Citra Tbk. mendirikan Global TV (PT. Global Informasi Bermutu, Tbk.) pada tahun 1999 dan memiliki 70% saham atas Global TV dan juga memodali berdirinya Metro TV (PT. Media Televisi Indonesia, Tbk.) dan memiliki 25% saham Metro TV. Namun, pada tahun 2002, PT. Bimantara Citra, Tbk. berganti manajemen setelah dibeli PT. Bhakti Investama, Tbk. Pemilik baru dari PT. Bimantara Citra, Tbk. menilai Metro TV kurang memberikan keuntungan berarti dan segmentasinya tumpang tindih dengan RCTI. Hingga akhirnya Bimantara menjual 25% saham Metro TV dan 1 Juli 2003 Bimantara membeli 75% saham PT. Cipta TPI, Tbk. dan langsung menempatkan para direksi baru di TPI. dan pada 1 Oktober 2003, PT. Bimantara Citra, tbk. mendirikan induk usaha untuk RCTI, TPI dan Global TV yaitu Media Nusantara Citra (MNC).

Sejak 1 Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki Global TV dan TPI. RCTI memiliki hak siar atas ajang sepak bola Euro 2008 bersama Global TV dan TPI. RCTI juga mengudara di Timor-Leste. Tahun 2009 telah berusia 20 tahun dan Finalis The Master Limbad juara runner up the master telah beraksi berdiri di menara selama 20 jam di menara 20 meter tanggal 24 Agustus 2009, Limbad berhasil menjatuhkan diri dari menara yaitu pertanda Hari ulang tahun RCTI yang ke-20. Direktur Utama RCTI saat ini adalah Hary Tanoesoedibjo, yang juga Presiden Direktur dan CEO dari Media Nusantara Citra (MNC) dan Global Mediacom RCTI-pun menggandeng JakTV stasiun televisi lokal Jakarta, untuk bergabung dalam satu manajemen, yaitu Media Nusantara Citra (MNC) Tbk. pada tahun 2005 yang lalu.

Direktur Utama yang Pertama : Peter F. Gontha,
Putra pasangan V Willem Gontha dan Alice ini memulai kariernya dari bawah. Ia pernah bekerja sebagai awak kapal pesiar Holland-American Line yang berpusat di Belanda dan rutenya trans-Atlantik, mendapat beasiswa belajar akunting di Praehap Institute Belanda dari Shell, lalu meniti karier di Citibank New York dan akhirnya menjadi Vice President American Express Bank untuk Asia. Selama kuliah, untuk tetap bisa hidup dia bekerja sebagai sopir taksi, pelayan restoran, kelasi, hingga menjadi pembersih karat kapal. Sampai akhirnya sekarang ini telah banyak perusahaan yang didirikannya antara lain Plaza Indonesia Realty (The Grand Hyatt Jakarta), Bali Intercontinental Resort, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (SCTV), PT Chandra Asri Indonesia, PT Tri Polyta Indonesia, serta Indovision


Direktur Utama Yang Sekarang : Hary Tanoesoedibjo,
Hary Tanoesoedibjo (lahir di Jakarta, 26 September 1965; umur 44 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia. Hary lulus dengan gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1988 dan gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1989.

Saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Global Mediacom Tbk (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989.



B.     Visi, Misi, Prodak, Dan Sumber Daya Yang Digunakan

1.      Visi

"Media Utama Hiburan dan Informasi"
RCTI menyajikan acara-acara yang menarik dan bermutu sehingga menjadi televisi pilihan terbaik untuk hiburan dan informasi di Indonesia.Keseimbangan antara bisnis dan tanggung jawab sosial berjalan seiring.

2.      Misi

"Bersama Menyediakan Layanan Prima"
RCTI memberi tekanan pada semangat kebersamaan dalam rangka menumbuh-kembangkan upaya-upaya bersama di mana semua komponen Perusahaan, dari tingkat atas sampai bawah, dirangsang, dikoordinasi serta disistematisasi untuk berkarya sebaik mungkin dalam memberikan layanan terbaiknya

3.      Produk

RCTI merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media, menghasilkan produk jasa berupa tayangan televisi yang menyediakan informasi


4.      Sumber Daya Yang Digunakan

Sumber daya yang di gunakan oleh rcti adalah sumber daya  manusia yang profesional penuh semangat, berdedikasi tinggi, berkomitmen tinggi serta konsisten memberikan pelayanan terbaik mereka terhadap pemirsa seluruh keluarga. Dengan menunjulkan kekuatan dari sumber daya manusia yang terbaik maka rcti dapat menjadi acara tv yang unggulan . memiliki sumber daya manusia yang baik adalah aset terbaik dari rcti miliki saat ini

C.    Proses Bisnis

Ketika tahun 2000 yang lalu Hary Tanoesoedibjo kemudian mengambil alih kepemilikan dari PT Bimantara Citra Tbk yang sebelumnya dimiliki oleh anak mantan Presiden Soeharto yaitu Bambang Trihatmodjo, Hary Tanoesoedibjo kemudian mengusung ambisi ingin menjadi jawara bisnis media penyiaran dan telekomunikasi. Dan, mimpi itu terbukti. Kini Hary Tanoesoedibjo mempunyai banyak stasiun TV swasta seperti RCTI, MNC TV, dan Global TV, perusahaan TV berlangganan Indovision, juga stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia dan Majalah Ekonomi.

Di bawah naungan PT Media Nusantara Citra (MNC), tak sampai lima tahun, Hary kemudian berhasil menguasai saham mayoritas di stasiun TV tersebut. Saham MNC sendiri 99,9% dimiliki oleh Bimantara Citra. Sejak memiliki Bimantara, Hary kian agresif di bidang media. Ditambah lagi, Hary mempunyai kemampuan menentukan perusahaan-perusahaan media mana yang berpotensi untuk berkembang. Selain itu, banyak orang mengakui, kunci sukses Hary terletak pada kemampuannya menata kembali perusahaan yang sudah kusut alias bermasalah. Ini terbukti ketika pria yang kabarnya pernah tidak naik kelas di masa SMA ini membenahi Bimantara yang terbelit utang. Sebelumnya, Bimantara juga memiliki stasiun radio Trijaya FM.

Belakangan, untuk menambah eksistensinya dalam dunia media, Bimantara juga menerbitkan media cetak. Sampai saat ini ada majalah, tabloid, dan koran yang bergabung di bawah bendera Grup Bimantara. Ada majalah ekonomi dan bisnis Trust, tabloid remaja Genie, dan pertengahan 2005 lalu menerbitkan harian Seputar Indonesia. Ke depan, MNC diproyeksikan menjadi perusahaan subholding yang bertindak sebagai induk media penyiaran di bawah Grup Bimantara. MNC juga bakal menjadi rumah produksi yang akan memasok acara-acara ke RCTI, TPI, Global TV, dan semua jaringan radionya. Selain itu, MNC akan membangun jaringan radio nasional di seluruh wilayah Tanah Air. Hary telah membuktikan kemampuannya membangun dinasti bisnis, dengan nilai aset US$ 7,2 miliar. Kinerja bisnis cemerlang itu ia lakukan hanya dalam tempo 14 tahun.

Saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Global Mediacom Tbk (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989.

Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT Mobile-8 Telecom Tbk, Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister diberbagai perguruan tinggi. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Harry menduduki peringkat ke-22 dengan total kekayaan US$ 1,19 miliar

Kunci sukses bisnis beliau: Hary mengatakan, sudah dari awal ingin menjadi enterpreneurship. Ini menjadi tujuannya, dan selalu fokus dan disiplin mengejarnya. "Saya dari dulu ingin jadi enterpreneurship, dan untuk menjadi tujuan itu, saya terus fokus dan dislipin, anda juga pasti bisa melakukan itu," ujarnya. Hary mengatakan, kunci sukses

Pertama, adalah fokus dengan apa yang ingin dicapai. Jangan menyerah akan kegagalan, karena sukses itu tidak instan, sukses itu butuh proses. "Tujuan kita harus jelas dan fokus dan jangan berhenti sebelum tujuan itu tercapai, tapi kita harus ingat sukses besar adalah akumulasi dari sukses yang kecil-kecil," ujar Hary.

Kedua, Hary menambahkan, agar harus berdoa. Karena spiritual itu adalah kekuatan, untuk mencapai tujuan. "Istri saya banyak berdoa untuk saya, biasanya sebelum gol dalam tujuan, itu kita butuh wisdom, kita harus banyak berdoa, power of pray very strong," ujar Hary.


Ketiga, Hary mengatakan, yakni membangun karakter yang baik, untuk selalu maju mencapai tujuan yang jelas. Untuk mencapai itu, hal utama dilakukan adalah fokus pada kualitas bukan kuantitas. "Banyak orang cari uang, tapi kalau saya bekerja uang nomor dua, tapi yang pertama adalah kualitas," jelasnya. Terakhir, kunci suksesnya untuk mencapai ini harus didari disiplin yang komitmen. Karena komitmen yang kuat menghasilkan mental dan fisik yang kuat. "Intinya kita harus berubah, karena musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri," ujar Hary.

D.    Masalah Yang Dihadapai

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang luar biasa cepatnya harus diakui membawa dampak positif yang luar biasa besar dalam bidang komunikasi masyarakat. Sekarang, pola komunikasi dan penyampaian informasi setiap orang bisa dilakukan dimana saja tanpa takut terhalang oleh ruang dan waktu. Kondisi itu berkat ditemukannya alat komunikasi seperti handphone dan internet, yang membuat setiap orang praktis dalam berinteraksi maupun berkomunikasi dengan orang lain, meski beda kota, pulau, maupun negara sekalipun.

Saat ini masyarakat indonesia merupakan masyarakat informasi yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan media komunikasi dan menggunakan teknologi informasi seperti telepon dan komputer. Masyarakat Informasi yang berbasis data digital pada gilirannya akan mudah melakukan pertukaran data informasi. Karena saat ini, untuk berhubungan tidak diperlukan lagi saluran yang berbeda-beda dalam berkomunikasi, sepanjang data atau informasi sudah berbentuk digital. Dengan munculnya teknologi informasi yang sedemikian canggih tersebut, juga turut berimbas pada penyampaian berita yang dimiliki media massa (cetak maupun elektronik) kepada masyarakat. Jika dulu Koran, radio, dan televisi selalu berpatok pada aturan baku yang membuat informasi disampaikan secara kaku mengikuti kaidah manual yang sudah berjalan apa adanya seperti itu, maka kini hal itu tidak bisa terus diterapkan.

Mengingat saat ini, selain media cetak dan elektronik, juga muncul media online yang keberadaannya memanfaatkan fasilitas internet sebagai sarana merebut pangsa pasar media massa yang sudah lebih dulu eksis. Keberadaan media online yang sewaktu-waktu menyajikan berita secara cepat dan tepat tanpa terkendala oleh waktu inilah yang dikhawatirkan akan mampu “membunuh” keberadaan media massa, terutama cetak. Dan menambahkan bahwa sekarang ini dunia pemberitaan mengistilahkan “yang cepat mengalahkan yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil” dalam artian berita yang cepat sampai kepada khalayak itulah yang banyak diminati.

Ilustrasinya begini, jika ada pertandingan sepakbola yang dilangsungkan dini hari, maka selesai pertandingan itu juga media online mampu memunculkan berita agar dapat diakses masyarakat. Berbeda dengan televisi yang masih membutuhkan waktu puluhan menit hingga hitungan jam untuk bisa disiarkan menjadi berita kepada masyarakat. Bahkan, Koran perlu waktu hampir satu hari untuk menyampaikan hasil pertandingan sepakbola sebab menunggu terbitnya edisi esok hari.

Sehingga jelas rentangan perbedaan waktu yang mencolok antara media online dan televisi. Bahkan koran membuat jeda yang cukup lama tersebut akan menggiring masyarakat untuk melirik media informasi internet yang menyajikan beragam berita secara cepat, yang diiringi fenomena pembaca koran mau tak mau harus berpindah memanfaatkan internet biar terus update informasi. Karena itu, jika tak mengikuti arus modernisasi yang mengarah pada revolusi model penyampaian infomasi, media cetak akan tergilas dengan penetrasi internet yang semakin massif hingga terjangkau penduduk. Sebab, keunggulan internet terletak pada keberadaannya yang tak terikat waktu maupun deadline, yang efek baiknya setiap orang bisa mengakses sepanjang waktu untuk mendapatkan sajian informasi terkini dan terhangat.

Menyikapi itu, media cetak perlu berbenah diri menyesuaikan mainstream (arus besar) yang memaksa setiap media massa melakukan revolusi besar-besaran agar tak ketinggalan zaman dan menjadi sejarah peradaban manusia. Karena jika tidak, pakar komunikasi terkenal Phillip Meyer, menyebut koran pada 2040 akan berhenti cetak, bisa jadi kenyataan kalau tak ada inovasi baru dari pimpinan koran untuk menyikapi perkembangan yang ada. Ramalan itu bukan mengada-ngada dan dapat saja benar adanya jika pihak media massa tak mengantisipasi segala perubahan yang terjadi didunia kewartawanan.

Jika selama ini pihak-pihak media cetak (pimpinan redaksi hingga wartawan) hanya menyajikan berita yang rutin diterbitkan setiap hari dan mengganggap pembaca sebagai konsumen. Prinsip-prinsip jurnalisme baru diaplikasikan media cetak agar eksistensinya di masyarakat memiliki kekhasan dan keunggulan tersendiri yang tak dimiliki media online. Salah satu yang paling mencolok adalah tuntutan diadakannya rubrik citizen journalism (jurnalisme warga negara), yang bertujuan memberikan wadah bagi pembaca untuk memunculkan rasa kedekatan dengan pihak media cetak. Maka dengan adanya rubrik citizen journalism, pembaca bisa menjadi “wartawan” dengan melakukan peliputan langsung setiap peristiwa yang memiliki kandungan berita menarik yang layak diinformasikan. Maksudnya, pembaca dapat menulis dan melaporkan beragam peristiwa unik yang terjadi di sekitarnya untuk dikirim ke koran. Asalkan memenuhi unsur minimal aturan baku sebuah berita, pasti pihak redaksi tak akan segan-segan untuk memuat tulisan berita yang ditulis pembaca.

Hal itu jelas merupakan sebuah inovasi baru guna menghadapi tuntutan zaman agar keberadaan Koran tak ditinggalkan masyarakat. Karena disamping pihak media cetak diuntungkan dengan berita unik yang sempat lolos dari liputan wartawannya. Di sisi lain, pengirim berita juga akan senang sebab tulisannya dimuat dan dibaca banyak orang, yang secara tak langsung menimbulkan dampak psikologis berupa kedekatan konsumen dengan media cetak. Sehingga terjadi simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak akhirnya merasa diuntungkan. Dan jalinan rasa pertalian hubungan tak terlihat tersebut akan membuat berita yang disajikan koran akan tetap selalu dirindukan dan tak tergantikan dihati masyarakat, walaupun sajian di media online terus berjalan.

Disamping memberikan sarana edukasi bagi msyarakat sebagai sarana belajar menulis, pembukaan rubrik baru tersebut meruntuhkan mitos bahwa hanya kelompok tertentu yang bisa menjadi wartawan. Kondisi itu dapat dilihat dari banyaknya penulis pemula yang muncul dengan beragam peristiwa yang dilaporkannya. Hasilnya, rubrik tersebut disebut-sebut sebagai yang paling favorit sebab banyak pembaca yang berebut menulis hingga harus dilakukan proses seleksi ketat oleh redaksi koran tulisan mana saja yang layak dimuat. Dan jika keadaan it uterus berlanjut bukan tak mungkin media cetak lainnya bakal mengikuti membuka ruang citizen journalism. Sebenarnya bukan itu yang menjadi titik perhatian yang menjadi ulasan, melainkan lebih pada upaya media cetak tampil beda supaya keberadaannya tetap diterima masyarakat ditengah perkembangan media online yang tak terbendung.

Meskipun juga tak bisa menyandingkan hasil tulisan berita dari masyarakat dengan wartawan profesional. Berpatokan dari itu, secara keseluruhan terbukti media cetak yang mulai mengembangkan aliran new journalism eksistensinya tak tergerus internet dan tetap dibutuhkan pembaca. Memang tak mudah menerapkan aliran jurnalisme kontemporer dalam media cetak mengingat ada hambatan tertentu yang wajib diatasi sehingga tak semua pihak mengaplikasikannya. Di samping terhalang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan, juga tak adanya kemauan pimpinan media cetak itu sendiri dalam mengantisipasi perubahan jurnalisme yang menjadi trend global. Tak heran, pada akhirnya beberapa media cetak semakin ditinggal pembaca dan mengalami kebangkrutan sebab tak ada lagi pembacanya.

Meskipun banyak kelebihan disana-sini, kehadiran jurnalisme baru turut serta membawa kekurangan yang mengundang kritik dari berbagai pengamat maupun praktisi media. Keadaan itu wajar saja mengingat jurnalisme baru dapat dikatakan merupakan tantangan bagi wartawan, yang membuat tak selamanya yang baru selalu sempurna dan tanpa kekurangan. Dan menjadikan pentingnya kompetisi wartawan sebagai ujung tombak media cetak dalam mencari dan menyajikan berita. Karena sebagai mata dan telinga masyarakat, tugas wartawan menjadi lebih berat dalam menyusun rangkaian kata-kata untuk diberitakan berdasarkan hasil terjun di lapangan jika berpatokan pada jurnalisme baru.

Pasalnya, jika masih berpatokan jurnalisme lama, wartawan akan setuju dengan ungkapan yang dipopulerkan Charles A. Dana, “when a dog bites a man that is no news, but a man bites a dog that is a news” namun, ketika sudah mulai mengaplikasikan prinsip jurnalisme baru, wartawan akan mendapatkan banyak hal jika pernyataan tersebut benar-benar terjadi di masyarakat. Bagaimana tidak, jika yang menggigit adalah publik figur, sementara yang digigit anjing hanya seorang gelandangan, pasti kita akan sepakat bahwa orang terkenal mempunyai nilai berita yang lebih tinggi. Karena pasti segala hal terkait publik figur bisa di beritakan, apalagi jika sampai melakukan tindakan tak biasa sampai menggigit anjing, tentu memiliki berita tinggi asalkan ditulis dari sudut tertentu dan di luar ketentuan baku, asal tak mengesampingkan fakta.

Maka itu istilah “good news is no news, bad news is good news” sudah tak relevan lagi dipercayai sebagai patokan untuk menilai sebuah berita yang layak dijadikan berita oleh wartawan. Misal, ada seseorang yang mendapatkan hadiah uang 1 milyar setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam undian belanja. Mengingat jika teliti, wartawan akan bisa mengungkap banyak informasi dibalik munculnya berita baik tersebut, seperti bagaimana perasaannya menjadi kaya mendadak, mau diapakan uangnya, atau adakah munculnya firasat sebelum mendapatkan “rezeki nomplok”? itu semua jelas bisa dijadikan berita yang layak disajikan kepada masyarakat, sebab peristiwa itu unik, jarang terjadi, dan tak semua orang mengalaminya. Sehingga tak ada alasan tidak untuk menulisnya menjadi berita yang memiliki kadar informasi tinggi.

Jika sudah begitu, di tengah kekurangannya, jurnalisme baru banyak menawarkan berbagai kelebihannya yang sangat sayang jika tak diterapkan oleh wartawan maupun pimpinan media cetak. Pasalnya persaingan koran yang semakin menuntut setiap media cetak untuk menyajikan berita yang lain daripada berita yang diturunkan kompetitornya, apabila tak ingin kehilangan pembaca yang berdampak pada turunnya oplah koran.

Hadirnya media online berbasis internet dengan keunggulan update dari segi informasinya layak dijadikan sebagai tantangan agar media cetak lebih kreatif dalam menghadapi tuntutan zaman, bukannya itu dianggap sebagai ancaman. Karena keberadaan koran akan tetap dibutuhkan masyarakat sepanjang mampu memberikan informasi yang tak mampu diberikan media online yang juga memiliki keterbatasan.








B A B
III
K E S I M P U L A N
&
S A R A N

A.    Kesimpulan
Persaingan yang kompleks dan perkembangan iptek yang makin berkembang mengantarkan sang “Raja Multimedia” Harry Tanoesudbjo menjadi raksasa yang ditakuti pesaing di dunia industry kreatif. Beberapa kiat sukses yang kami jelasakan di atas dapat membantu para calon pengusaha muda untuk memulai bisnis baru.

B.     Saran

Mencontoh kiat sukses yang diterapkan oleh HT, supaya kita tetap focus dan jangan takut terhadap persaingan yang ada, akan membuat kita menjadi pengusaha besar yang sigani.